Memilih PEMIMPIN, WAHAI MUSLIMIN , Janganlah Durhaka kepada ALLAH SWT

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Manusia Sangat Membutuhkan Bimbingan Al-Qur’an dari Allah SWT

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Generasi Beruntung – Generasi Beriman

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Shalat BerJamaah Yuk..

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 22 Oktober 2016

Allah SWT, Tuhan YANG MAHA ESA (TUNGGAL) Tidak Beranak






Segala puji hanya untuk Allah SWT, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.
Allah SWT telah menurunkan Nabi dan Rasul untuk memberi penjelasan kepada umat manusia di muka bumi agar manusia selamat, dan bahagia dalam hidupnya di Dunia, di alam barzah dan di akherat kelak.
Allah SWT menjelaskan lewat Para Nabi dan Rasul tentang siapa Allah itu dan bagaimana seharusnya manusia bersyukur kepada Allah, Tuhan sang pencipta manusia dan dia pula Allah Tuhan pencipta semesta Alam. Allah berfirman.

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

 Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam. (QS. 7:54)

لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman. (QS. 40:57)

Allah Tuhan yang tidak bisa dilihat dengan mata kepala, namun keberadaan tanda-tanda keagungan Allah dapat difikirkan dengan indra dan aqal dan keberadaaan Allah dapat dirasakan dengan nyata dengan Hati bersih manusia. Dia Allah Tuhan pencipta semesta Alam, Dia Allah pencipta seluruh makhluq termasuk mencipta seluruh umat manusia.
Allah SWT mengehendaki agar manusia beribadah dan berbakti, menyembah kepada Allah. Dan Allah melarang manusia menyembah Allah dan bersamaan itu pula menyembah tandingan tandingan Allah, atau menyekutukan Allah dengan yang lain. Dan bahkan Allah sangat murka ketika dikatakan bahwa Allah beranak, sebagaimana firman-Nya.

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَداً ﴿٨٨﴾ لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئاً إِدّاً ﴿٨٩﴾ تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدّاً ﴿٩٠﴾ أَن دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَداً ﴿٩١﴾ وَمَا يَنبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَن يَتَّخِذَ وَلَداً ﴿٩٢﴾ إِن كُلُّ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْداً

Dan mereka berkata:”Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”. (QS. 19:88)
Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, (QS. 19:89)
hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, (QS. 19:90)
karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Penurah mempunyai anak. (QS. 19:91)
Dan tidak layak lagi Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. (QS. 19:92)
Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. (QS. 19:93)

Allah dzat Yang Maha Esa, Allah sangat benci bila dikatakan mempunyai anak, dan Allah sangat murka bila manusia menyangka bahwa Allah punya anak. Bila manusia ingin masuk surga Allah, maka manusia harus menjauhi segala ucapan, persangkaan dan pernyataan bahwa Allah beranak.

أَلَا إِنَّهُم مِّنْ إِفْكِهِمْ لَيَقُولُونَ ﴿١٥١﴾ وَلَدَ اللَّهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan: (QS. 37:151)
“Allah beranak”.Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta. (QS. 37:152)

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لاَ تَغْلُواْ فِي دِينِكُمْ وَلاَ تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ إِلاَّ الْحَقِّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِّنْهُ فَآمِنُواْ بِاللّهِ وَرُسُلِهِ وَلاَ تَقُولُواْ ثَلاَثَةٌ انتَهُواْ خَيْراً لَّكُمْ إِنَّمَا اللّهُ إِلَـهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَن يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَات وَمَا فِي الأَرْضِ وَكَفَى بِاللّهِ وَكِيلاً

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan:”(Ilah itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Ilah Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. (QS. 4:171)

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللّهِ وَقَالَتْ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِؤُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ

Orang-orang Yahudi berkata:”Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata:”Al-Masih itu putera Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. Dila’nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling. (QS. 9:30)

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُواْ اللّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ ﴿٧٢﴾ لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ ثَالِثُ ثَلاَثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَـهٍ إِلاَّ إِلَـهٌ وَاحِدٌ وَإِن لَّمْ يَنتَهُواْ عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:”Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata:”Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS. 5:72)
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan:”Bahwanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Ilah (yang kelak berhak disembah) selain Ilah Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (QS. 5:73)
Allah SWT menghendaki agar manusia benar-benar MENG ESA kan Allah SWT. Dia Allah Tuhan Sang Maha Pencipta dan Allah Tuhan pencipta seluruh, semesta Alam Raya, di Allah benar benar ESA. Allah mengajak akal manusia untuk mengerti dan memahami bahwa Allah benar-benar ESA, sebagaimana firman-Nya.

قُل لَّوْ كَانَ مَعَهُ آلِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذاً لاَّبْتَغَوْاْ إِلَى ذِي الْعَرْشِ سَبِيلاً

Katakanlah:”jikalau ada ilah-ilah di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya ilah-ilah itu mencari jalan kepada (Tuhan) Yang mempunyai ‘Arsy”. (QS. 17:42)

مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِن وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَهٍ إِذاً لَّذَهَبَ كُلُّ إِلَهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ ﴿٩١﴾ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada ilah (yang lain) beserta-Nya, kalau ada ilah beserta-Nya, masing-masing ilah itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari ilah-ilah itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu, (QS. 23:91)
Yang mengetahui semua yang ghaib dan semua yang nampak, maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan. (QS. 23:92)

لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

Sekiranya ada di langit dan di bumi ilah-ilah selain Allah, tentulah keduanya itu sudah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan. (QS. 21:22)

Allah SWT menghendaki manusia untuk tahu, bahwa tidak mungkin Tuhan semesta Alam itu lebih dari satu. Bila Tuhan lebih dari satu maka masing masing Tuhan akan saling mengalahkan. Dan tentu bila Tuhan sedang bertikai, maka ciptaan masing-masing akan berantakan. Alam Raya sudah berjalan Milyaran Tahun dan semuanya berjalan dengan teratur dan rapi karena memang dijaga oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Pencipta dan Pemilik semesta Alam. Rasulullah SAW Bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرَاهُ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى يَشْتِمُنِي ابْنُ آدَمَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَشْتِمَنِي وَيُكَذِّبُنِي وَمَا يَنْبَغِي لَهُ أَمَّا شَتْمُهُ فَقَوْلُهُ إِنَّ لِي وَلَدًا وَأَمَّا تَكْذِيبُهُ فَقَوْلُهُ لَيْسَ يُعِيدُنِي كَمَا بَدَأَنِي

dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku diperlihatkan ketika Allah berfirman: “Anak Adam mencaciku padahal tidak pantas dia mencaci-KU dan dia mendustakan-KU padahal tidak patut baginya. Caciannya kepadaKU yaitu ucapannya yang mengatakan bahwa AKU punya anak dan pendustaannya adalah ucapannya yang mengatakan bahwa tidak ada yang dapat mengemballikannya (setelah hancur dimakan tanah/mati) sebagaimana awal penciptaan-KU”. (BUKHARI – 2954)

Segala puji bagi Allah, Dia Allah Tuhan yang Maha Esa , sangat benci bila dikatakan bahwa Allah itu punya anak. Marilah kita sebagai umat manusia mensyukuri firman Allah yang telah diberikan kepada kita semuanya bahwa Allah itu Tuhan Yang Maha Esa, Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ

Katakanlah:”Dialah Allah, Yang Maha Esa”. (QS. 112:1)
Allah adalah Ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. (QS. 112:2)
Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, (QS. 112:3)
dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (QS. 112:4)

Pernyataan Allah , firman-firman Allah tersebut haruslah disyukuri oleh umat manusia, dan jangan malah dianggab sebagai sesuatu yang mengejek manusia. Atau hendak mengaburkan keyakinan manusia. Namun manusia perlu bersyukur bahwa Allah itu tidak suka dikatakan bahwa Allah beranak, segala puji bagi Allah.
Segala puji bagi Allah semata, dan kepada-Nya saja kita berbakti, menyembah, tha’at dan tunduk patuh dan kepada Allah kita berlindung, memohon pertolongan. Segala puji bagi Allah, dia Allah Tuhan yang Maha Akbar. Wallahu a’lam.

Keutamaan Salat Berjamaah | Shalat BerJamaah Yuk..



SEBAGAIMANA sebuah bangunan akan berdiri kokoh jika tiang dari bangunan tersebut kuat lagi kokoh, sebaliknya jika tiang dari bangunan tersebut tidak kuat dan juga tidak kokoh maka dipastikan bangunan tersebut akan cepat roboh, bahkan bisa roboh sebelum dipakai.
Begitu juga sebagai seorang yang beragama (Islam) jika tiangnya agama tidak kuat dan juga tidak kokoh maka agama (Islam) yang menjadi statusnya akan cepat roboh dari raganya.
Apalah artinya jasmani yang kuat, hebat dan popular di seluruh jagad raya ini tetapi tidak dihiasi dengan agama yang lurus (Islam) dan akhlaq yang mulia? Dalam agama Islam, shalat memiliki kedudukan paling tinggi daripada ibadah-ibadah yang lainnya karena shalat merupakan tiangnya dari agama (Islam).
Sebagaimana sabda nabi SAW yaitu;
Shalat adalah tiangnya agama, maka barangsiapa yang meninggalkannya, sesungguhnya telah rusaklah agamanya.[HR. Al-Ghazali dalam Al-Ihyaa’].
Untuk urusan dunia, manusia selalu berusaha dan mengerjakan dengan sungguh-sungguh terhadap apa yang menjadi kebutuhannya karena berharap mendapatkan keberhasilan dan keberuntungan.
Sebagai contoh, seorang siswa/ mahasiswa akan belajar dan mengerjakan soal ujian dengan sungguh- sungguh sesuai dengan urutan jadwal yang telah ditetapkan. Misalnya di hari pertama ujian Bahasa Inggris, pastilah ia belajar dan mengerjakan soal- soal Bahasa Inggris terlebih dahulu karena jika ia belajar dan mengerjakan mata pelajaran lain (Bahasa Jawa misalnya, yang seharusnya di hari terakhir, pastilah ia mendapatkan hasil yang sia- sia). Benar?
Shalat adalah sebaik- baik amal seorang Muslim, dan shalat merupakan amal pertama kali dihisab pada hari kiamat, untuk itu shalat haruslah diutamakan daripada yang lain.
Nabi SAW bersabda:
Pada hari qiyamat yang pertama-tama dihisab amal seseorang adalah shalatnya. Kalau shalatnya baik, maka baik pulalah semua amal-amalnya yang lain. Bila shalatnya rusak, maka rusak pulalah seluruh amal-amal lainnya.[HR. Thabrani dalam Al-Ausath].
Sebagai orang mukmin (utamanya laki- laki) harus bisa dan mau shalat wajib berjama’ah di masjid (Shalat Berjama’ah Yuk) tanpa mengabaikan rukun-rukun shalat berjama’ah diantaranya meluruskan barisan, yang mana energi masjid merupakan energi kasih sayang yang akan Allah limpahkan melalui doanya malaikat kepada orang- orang yang bisa dan mau memelihara shalat wajib berjama’ah di masjid (HR. Bukhari).
Tetapi sebaliknya jika kita tidak meluruskan barisan shalat maka Allah akan menancapkan rasa permusuhan diantara orang muslim, nabi SAW bersabda:
“Sebaiknya engkau mau meluruskan barisanmu dalam shalat atau Allah akan menancapkan rasa permusuhan di antara engkau” (HR. Muslim).
Sehingga bisa kita ambil pelajaran bahwa orang-orang muslim yang memelihara shalat berjama’ah harus bisa memancarkan aura kasih sayang diantara sesama muslim dan bukanlah permusuhan.
Untuk itu sebagai orang tua hendaknya menjadi teladan bagi anak- anaknya dan juga takut meninggalkan generasi yang lemah, lemah dalam imannya.Dari hari ke hari keresahan kita meningkat, itu disebabkan karena ikatan iman di hati keluarga dan juga masyarakat kita semakin pudar.
Tidak sedikit para orang tua yang mulai mencemaskan akhlaq dan mutu kepribadian anak-anaknya. Anak-anak pada jaman sekarang ini kian lengah terhadap ajaran agama, dan semakin dekat kepada gaya hidup hedonisme dan santaisme sehingga menyebabkan mereka mudah putus asa disaat berhadapan dengan tantangan hidup.
Banyak lulusan sarjana dihasilkan oleh berbagai perguruan tinggi, namun tetap saja mayoritas dari mereka adalah para penganggur yang sukses. Jangan berbuat banyak untuk kemaslahatan lingkungan sosialnya, untuk menolong dirinya sendiripun mereka tak mampu.
Kenyataan-kenyataan tersebut telah Allah jelaskan di dalam firman- Nya melalui QS.An Nisa/ 4: 9 yang artinya
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” .
Dari QS. An Nisa/ 4: 9 tersebut tegas bahwa jika kita takut/ cemas terhadap nasib generasi penerus kita (yang semakin hari semakin mengalami degradasi akhlak dan kepribadian), maka hal pertama yang kita kerjakan adalah takut kepada Allah dan benar- benar bertaqwa kepada- Nya. Maka aqidah dan ibadah kita harus kita asah dan pelihara sehingga iman kita bisa kuat.
Kemudian di dalam QS. Maryam/ 19: 59 Allah menjelaskan generasi yang lemah adalah generasi yang menyia- nyiakan shalat dan memperturutlan hawa nafsunya, firman- Nya yang artinya;
Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.
Berikut penulis sampaikan manfaat dari shalat berjama’ah berdasarkan tuntunan nabi SAW yang penulis unduh dari http://firmanwahyuit.blogspot.com/2014/11:
Seorang professor fisika di Amerika Serikat telah membuat satu kajian tentang kelebihan shalat berjamaah yang disyariatkan dalam Islam. Katanya tubuh kita memiliki dua muatan listrik yaitu muatan positif dan muatan negatif.
Dalam aktivitas harian kita apakah bekerja, beribadah atau beristirahat, sudah tentu banyak energi digunakan. Dalam proses pembakaran tenaga, banyak terjadi pertukaran cas positif dan cas negatif, yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh kita.
Ketidakseimbangan cas dalam badan menyebabkan kita merasa letih dan lesu setelah menjalankan aktivitas seharian. Jadi cas-cas ini perlu diseimbangkan kembali untuk mengembalikan kesegaran tubuh ke tingkat normal.
Terkait dengan shalat berjamaah, timbul persoalan di pikiran professor ini mengapa Islam mensyariatkan sholat berjamaah dan mengapa shalat lima waktu yang didirikan orang Islam memiliki jumlah rakaat yang tidak sama. Hasil penelitiannya menemukan bilangan rakaat yang berbeda dalam shalat kita bertindak menyeimbangkan cas-cas dalam badan kita.
Saat kita shalat berjamaah, kita disuruh meluruskan shaf, bahu bertemu bahu dan bersentuhan tapak kaki. Tindakan-tindakan yang dianjurkan saat shalat berjamaah itu memiliki berbagai kelebihan. Penelitian ilmiah menemukan sentuhan yang terjadi antara tubuh kita dengan tubuh peserta lain yang berada di kiri dan kanan kita akan menstabilkan kembali muatanmuatan yang dibutuhkan tubuh.
Ia terjadi ketika pengisian yang berlebihan – apakah negatif atau positif akan dikeluarkan, sementara yang berkurang akan ditarik ke dalam kita. Semakin lama pergeseran ini terjadi, semakin seimbang cas dalam tubuh kita. Menurut beliau lagi, setiap kali kita bangun dari tidur, badan kita akan merasa segar dan sehat setelah beristirahat beberapa jam. Ketika ini tubuh kita memiliki muatan-muatan positif dan negatif yang hampir seimbang.
Jadi, kita hanya membutuhkan sedikit lagi proses pertukaran cas agar keseimbangan penuh dapat dicapai. Sebab itu, shalat Subuh didirikan 2 rakaat.
Selanjutnya, setelah sehari kita bekerja berat dan memeras otak semua cas ini kembali tidak stabil akibat kehilangan cas lebih banyak dari tubuh. Karena itu, kita membutuhkan lebih banyak pertukaran cas. Shalat jamaah yang disyariatkan Islam berperan untuk memulihkan keseimbangan cas-cas tersebut.
Sebab itu, shalat Dzuhur didirikan 4 rakaat untuk memberi ruang yang lebih kepada proses pertukaran cas dakam tubuh. Situasi yang sama juga terjadi di sebelah petang. Banyak energi dikeluarkan ketika menghubungkan kembali tugas.
Ini menyebabkan sekali lagi kita kehilangan muatan yang banyak. Seperti shalat Dzuhur, 4 rakaat shalat Ashar yang dikerjakan akan memberikan ruang kepada proses pertukaran cas dengan lebih lama.
Biasanya, setelah waktu Ashar dan pulang dari kerja kita tidak lagi melakukan aktivitas yang banyak menggunakan energi. Waktu yang ditetapkan pula tidak begitu lama.
Maka, shalat Maghrib hanya dikerjakan sebanyak 3 rakaat adalah lebih sesuai dengan penggunaan energi yang kurang dibandingkan 2 waktu sebelumnya. Timbul pertanyaan di pikiran professor itu tentang sholat Isya yang mengandung 4 rakaat.
Logiknya, pada waktu malam kita tidak banyak melakukan aktivitas dan sudah tentu tidak membutuhkan proses pertukaran cas yang banyak. Setelah penelitian lebih lanjut, ditemukan ada keistimewaan mengapa Allah mensyariatkan 4 rakaat dalam shalat Isya. Telah kita ketahui, umat Islam sangat dianjurkan untuk tidur awal agar mampu bangun menunaikan tahajjud di sepertiga malam.
Singkatnya, shalat isya sebanyak 4 rakaat itu akan menstabilkan cas dalam badan dan memberikan energi untuk kita bangun malam (qiamullail). Dalam penelitiannya, professor ini memberikan Islam adalah satu agama yang lengkap dan khusus.
Segala amalan dan perintah Allah Taala itu memiliki hikmah yang tersirat untuk kebaikan umat Islam itu sendiri.Ia merasakan betapa kerdilnya diri dan betapa hebatnya Pencipta alam ini.
Akhirnya, dengan hidayah Allah beliau memeluk agama Islam. Sungguh firman Allah dan tuntunan nabi SAW benar adanya, salah satunya perintah untuk menunaikan shalat wajib berjama’ah (utamanya laki- laki mukmin).
Sehingga shalat wajib berjama’ah merupakan salah satu indikator penting setiap individu Muslim dalam menjalankan aktifitas kehidupan yang menyelamatkannya.
Melalui shalat inilah seorang Muslim memiliki alat kontrol untuk senantiasa membentuk perilaku yang sejalan dengan nilai- nilai Islam, sehingga tujuan shalat yakni menjauhi perbuatan- perbuatan keji dan munkar (QS. Al Ankabut/ 29: 45) akan tercapai.
Nilai-nilai Islam sendiri akan mampu terinternalisasi pada diri seorang Muslim apabila ditopang oleh Al Qur’an dan Sunnah nabi SAW. Ketika seorang Muslim menerapkan nilai- nilai Islam yang terkandung dalam Al Qur’an dan Sunnah.
Kita harus benar- benar yakin bahwa petunjuk yang membawa keselamatan dan jalan yang terang benderang adalah Al Qur’an dan bukan yang lain.
Allah SWT berfirman di dalam QS Al Maaidah/ 5: 16 yaitu
“dengan kitab Al Qur’an itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaanNya ke jalan keselamatan, dan (dengan Al Qur’an itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus” .
Allah di dalam QS Ali Imran/ 3: 103 juga berfirman:
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayatayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk” .
Ali bin Abu Thalib berkata: Tidak dapat dicapai kemenangan kecuali dengan kekuatan, dan tidak ada (terwujud) suatu kekuatan kecuali dengan persatuan, dan tidak (terwujud) suatu kesatuan kecuali dengan budi pekerti yang luhur (akhlak yang mulia), dan akhlak yang mulia tidak akan (terwujud) kecuali dengan bimbingan Dien (agama). Dan bukan dinamakan Dien (agama) kecuali yang cocok dengan Kitabullah (Al Qur’an) dan Sunnah Rasulullah SAW.
Dan nabi SAW bersabda:
“Taroktufiikum amroini lan tadlillu maamasaktum bihimaa kitaaballahu wa sunatu rosulillah”:  Aku tinggalkan dua perkara kepadamu, jika kamu berpegang teguh kepada keduanya, maka kamu tidak tersesat yaitu kitab Allah (Qur’an) dan sunnah Rasul (HR. Malik).
Dari uraian- uraian tersebut diatas kita bisa mengambil pelajaran bahwa untuk mempererat tali persaudaraan antara sesama muslim diantaranya dengan shalat wajib berjama’ah di masjid (Menegakkan Shalat Berjama’ah Yuk!), dengan tidak melalaikan rukun-rukun shalat berjama’ah yakni dengan cara meluruskan dan merapatkan shaf- shaf akan menyelamatkan kehidupan kita di dunia ini dan juga di akhirat kelak.
Untuk itu sebagai orang tua yang baik dan mengharapkan keturunannya menjadi generasi yang baik dan handal, mari kita sebagai orang tua mengajak anak2 kita untuk Menegakkan SBY (Menegakkan Shalat Berjamaah Yuk).
Semoga melalui tulisan ini bisa menambah khasanah dienullah dan keimanan kita, khususnya kepada si penulis dan umumnya kepada kaum Muslim.

Generasi Beruntung – Generasi Beriman




Pemuda 
Generasi penerus orang tua, agama dan bangsa sehingga berbangsa-bangsa 
Golongan yang berani merombak dan bertindak revolusioner terhadap tatanan sistem yang rusak 
Kelompok yang memiliki moralitas (iman), berwawasan, bersatu, optimis dan teguh dalam pendirian serta konsisten dalam perkataan 
Seseorang yang tidak berputus asa, pantang mundur untuk mencapai cita- cita 
Menjadi idaman para pasangannya 
Maka dari itu wahai pemuda, waspadalah terhadap kepentingan dunia! Karena engkau mempunyai do’a dan harapan di lubuk hatimu yang mulia 
Janganlah pada masa- masa remaja, engkau gunakan untuk berfoya- foya 
Janganlah pula pada masa- masa tua, hanya menginginkan kaya raya Hingga akhirnya mati engkau menginginkan masuk surga. 
Beri aku seribu orang, dan dengan mereka aku akan menggerakkan gunung Semeru. 
Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan aku akan mengguncang dunia. (Bung Karno)
Tidak ada seorang nabipun yang diutus Allah SWT, melainkan ia dipilih dari kalangan pemuda. Begitu pula tidak seorang alimpun yang diberi ilmu melainkan ia hanya dari kalangan pemuda. (Ibnu Abbas RA)
Dari sekelumit ungkapan tersebut menggambarkan bahwa pemuda adalah sebagai sosok individu yang berusia produktif dan mempunyai kharakter yang special, yaitu revolusioner, optimis, berpikiran maju, idealis, serta mempunyai moralitas.
Tetapi pemuda juga manusia sehingga mereka juga mempunyai kelemahan, kelemahan yang mencolok dari seorang pemuda adalah kontrol diri yang lemah dalam arti mudah emosional, tetapi dibalik kelemahannya ada beberapa kelebihan yang paling menonjol yang seharusnya dimiliki oleh pemuda, diantaranya: Generasi penerus orang tua, agama dan bangsa.
Sebagaimana firman Allah SWT di dalam Q.S Al Hujurat/ 49: 13 yang artinya;
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang lakilaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa- bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal- mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Di dalam Q. S An- Nisaa/ 4: 1 Allah SWT juga berfirman, yaitu;
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. Golongan yang berani merombak dan bertindak revolusioner terhadap tatanan sistem yang rusak. Q.S Al Anbiyaa’/ 21: 59 – 60
Allah SWT menjelaskan; 59. mereka berkata: “Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan Kami, Sesungguhnya Dia Termasuk orang-orang yang zalim.”
60. mereka berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim “. Kelompok yang memiliki moralitas (iman), berwawasan, bersatu, optimis dan teguh dalam pendirian serta konsisten dalam perkataan.
Allah SWT berfirman di dalam Q.S Al Kahfi/ 18: 13 – 14 yang artinya;
13. Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda- pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.
14. dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, “Tuhan Kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; Kami sekali- kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, Sesungguhnya Kami kalau demikian telah mengucapkan Perkataan yang Amat jauh dari kebenaran“.
Seseorang yang tidak berputus asa, pantang mundur untuk mencapai cita- cita. Memang seharusnya manusia apalagi pemuda tidak boleh berputus asa, pantang mundur untuk mencapai cita- cita dikarenakan masih panjang jalan yang harus ia lalui.
Allah SWT menjelaskan di dalam Q.S Al Kahfi/ 18: 60
dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke Pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.
Menjadi idaman para pasangannya. Mempunyai idaman untuk hidup berpasangan dengan pasangannya merupakan tujuan mulia yang sudah menjadi sunnah nabi SAW, untuk itu sudah seharusnya kita sebagai pengikut nabi SAW untuk mengikuti sunnahsunnahnya, dan di dalam Q. S An Nuur/ 24: 26 Allah SWT juga menjelaskan, yaitu;
wanita- wanita yang keji adalah untuk laki- laki yang keji, dan laki- laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanitawanita yang baik adalah untuk laki- laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita- wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).
Melalui firman- firman Allah tersebut menunjukkan bahwa masa muda adalah masa dimana seseorang menjalani dan menikmati pemberian- Nya yang sempurna, yaitu kekuatan fisik yang masih fit.
Dan mereka adalah pelaku sejarah di masa yang akan datang. Tetapi para pemuda harus waspada bahwa dengan kekuatan fisik (jasmani) saja tidak cukup untuk menentukan baik dan buruknya seseorang tetapi ada rohani yang perlu diperhatikan karena dengan kekuatan jasmani dan rohani tersebut akan menentukan baik dan buruknya akhlaq seseorang, maka dari itu akhlaq seseorang harus baik dan yang berpedoman dengan agama Allah (Islam).
Untuk itu para pemuda (generasi penerus) harus waspada dalam menjalani dan menikmati kehidupan ini karena pemudalah yang seharusnya sudah mempunyai cita- cita yang tinggi dan mulia.
Maka dari itu kita harus memperhatikan kehidupan akhirat dan seharusnya sebagai orang muslim yang cerdas, tentunya kita akan memilah dan memilih apa yang kita dengar, bicarakan, baca, tulis dan lakukan serta memfilter hal-hal yang tidak memiliki landasan syar’i dan kita harus sadar betul bahwa hidup di dunia ini hanyalah sekali dan sebentar, sehingga tidak akan sembarangan dalam mengambil dan menjalani suatu keputusan apalagi jika hal itu berkaitan dengan nasibnya di akhirat kelak.
Pemuda (generasi penerus) masa kini harus benar- benar waspada terhadap berbagai ujian yang mengancam jiwa, agama, akhlaq dan kepribadian mereka.
Bahkan ketika berada di rumahpun, belum menjamin bahwa mereka aman dari berbagai ancaman yang bisa datang kapan saja tanpa undangan resmi dari kita.
Maka penting dan menjadi kewajiban bagi orang tua dan para pendidik untuk mencetak generasi penerus yang beriman, diantaranya dengan; memperhatikan dan menegakkan shalat mereka, memperhatikan pakaian dan aurat mereka sudah syar’i atau belum, memperhatikan sekolah mereka yakni dengan memilih sekolah yang memberikan pelajaran agama sesuai dengan keyakinan masing- masing dan memperhatikan juga menegakkan belajar mereka, kemudian yang tidak kalah penting adalah menjaga komunikasi dengan mereka.
Sebagai generasi penerus yang cerdas hendaklah kita memperhatikan kehidupannya di akhirat. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam Qur’an Surat Al Hasyr/ 59: 18 18.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Dari firman Allah tersebut di dalam Qur’an Surat Al Hasyr/ 59: 18 jelas bahwa hendaklah sebagai manusia yang cerdas memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwa kepada Allah, tetapi alangkah sayangnya jika hanya karena kenikmatan dunia (sebentar dan menipu) kita menggadaikan dan bahkan menjual agama (Islam) dengan harga yang murah.
Allah SWT berfirman, diantaranya melalui: Qur’an Surat Al Hadiid/ 57: 20.
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbanggabanggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
Qur’an Surat An Nisaa/ 4: 77
Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun”. Dan hendaklah manusia tidak menjual agamanya dengan harga yang murah (hanya karena dunia mereka mengingkari ayat- ayat Allah).
Karena Allah SWT telah memperingatkannya melalui Qur’an Surat An Nahl/ 16: 95 dan janganlah kamu tukar perjanjianmu dengan Allah dengan harga yang sedikit (murah), Sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah, Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Dari firman- firman Allah tersebut diatas, kita bisa menyimpulkan bahwa kewajiban generasi penerus harus bertaqwa dan memperhatikan kehidupannya untuk hari esok, karena:
Kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat lebih baik Hendaklah tidak menjual agamanya dengan harga yang murah. Disamping itu pemuda (generasi penerus) Islam adalah generasi yang membawa ideologi Islam dalam kehidupan, yang setiap jejak dan langkah perbuatan kita harus kita gunakan untuk kemaslahatan Islam dan keridhoan Allah karena Allah selalu mengawasi kita kapanpun dan dimanapun kita berada.
Allah telah menjelaskan di dalam firman- Nya antara lain:
QS. Al Mujaadilah/ 58: 7; tidakkah kamu perhatikan, bahwa Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah keempatnya. dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah keenamnya. dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
Q.S Ar Ra’d/ 13: 11, yang artinya: bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Demikianlah generasi penerus yang beruntung, selamat di dunia dan akhirat adalah generasi yang beriman, untuk itu mari kita beragama Islam secara kaffah karena dengan beragama secara kaffah kita selalu menjadikan Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup sehingga teman setia kita hanyalah Allah, Rasul dan orang- orang beriman sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT. (*)

Manusia Sangat Membutuhkan Bimbingan Al-Qur’an dari Allah SWT

Segala puji hanya untuk Allah SWT, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Saw, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya. Salam untuk seluruh Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.
Segala puji bagi Allah yang telah mengutus Rasulullah Muhammad SAW untuk menuntun manusia kepada jalan-jalan mulia, jalan selamat jalan bahagia di Dunia, dan di Akherat. Segala puji bagi Allah yang berkehendak mengangkat derajad manusia dari kerendahan, dari tipudaya syaitan dan dari segala kesusahan dalam kehidupan di dunia dan di akherat.
Sungguh jiwa manusia memiliki sifat-sifat yang spesifik, dan jiwa manusia tidak akan dapat kalo hanya diselesaikan dengan penyelesaian menurut pendapat aqal manusia semata. Jiwa manusia adalah ciptaan Allah SWT. Dan untuk membangun jiwa manusia, manusia membutuhkan petunjuk Allah SWT, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Peliknya karakter jiwa manusia, maka manusia butuh bimbingan Allah untuk menyelesaikannya. Allah berfirman.

وَالسَّمَاء وَمَا بَنَاهَا ﴿٥﴾ وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا ﴿٦﴾ وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا ﴿٧﴾ فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا ﴿٨﴾ قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا ﴿٩﴾ وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا

dan langit serta pembinaannya, (QS. 91:5)
dan bumi serta penghamparannya, (QS. 91:6)
dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), (QS. 91:7)
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan, (QS. 91:8)
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, (QS. 91:9)
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS. 91:10)
Pola jiwa manusia memiliki pola yang spesifik sebagaimana Allah menciptakan pola Alam semesta atau juga pola bumi dengan segala isinya semua mempunyai karakter yang spesifik. Jiwa manusia diciptakan Allah SWT dengan kemampuan ganda, manusia bisa berinisiatip pada kefasikan (bisikan syaitan) dan manusia bisa berinisiatip pada ketaqwaan (bisikan malaikat). Rasulullah SAW Bersabda :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلشَّيْطَانِ لَمَّةً بِابْنِ آدَمَ وَلِلْمَلَكِ لَمَّةً فَأَمَّا لَمَّةُ الشَّيْطَانِ فَإِيعَادٌ بِالشَّرِّ وَتَكْذِيبٌ بِالْحَقِّ وَأَمَّا لَمَّةُ الْمَلَكِ فَإِيعَادٌ بِالْخَيْرِ وَتَصْدِيقٌ بِالْحَقِّ فَمَنْ وَجَدَ ذَلِكَ فَلْيَعْلَمْ أَنَّهُ مِنْ اللَّهِ فَلْيَحْمَدْ اللَّهَ وَمَنْ وَجَدَ الْأُخْرَى فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

dari Abdullah bin Mas’ud ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesunguhnya setan memiliki bisikan was-was kepada anak cucu Adam, dan Malaikatpun memiliki bisikan, adapun bisikan setan selalu menjanjikan kejahatan dan mendustakan kebenaran, sedangkan bisikan para Malaikat selalu menjanjikan kebaikan dan membenarkan kebenaran, barangsiapa mendapatkan demikian (bisikan malaikat) maka ketahuilah, sesungguhnya itu dari Allah dan memujilah kepada Allah, namun barangsiapa mendapatkan yang lainnya (bisikan syetan), maka berlindunglah kepada Allah dari setan yang terkutuk (TIRMIDZI – 2914) :
Allah selalu dan selalu dan selalu mengulang-ulang akan pentingnya Al-Qur’an bagi umat manusia, dan terus menerus, terus menerus, terus menerus, meyakinkan bahwa Al-Qur’an itu firman Allah Tuhan semesta alam, dan bukan karangan manusia. Agar manusia segera mau menerima petunjuk Allah Al-Qur’an.
Al-Qur’an sangat dibutuhkan oleh hati umat manusia agar manusia terbentengi dari bisikan-bisikan syaitan yang selalu mengajak kepada kejahatan namun sering dirasakan sebagai kelezatan oleh manusia. Dan Al-Qur’an mendorong manusia mengikuti bisikan Malaikat yang selalu mengajak kepada kebaikan dan kemuliaan, namun sering dirasakan sesuatu yang berat oleh manusia. Al-Qur’an sesuatu yang dibenci oleh syaitan sebagaimana firman Allah

وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ الشَّيَاطِينُ ﴿٢١٠﴾ وَمَا يَنبَغِي لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيعُونَ ﴿٢١١﴾ إِنَّهُمْ عَنِ السَّمْعِ لَمَعْزُولُونَ

Dan al-Qur’an itu bukanlah dibawa turun oleh syaitan-syaitan. (QS. 26:210)
Dan tidaklah patut mereka membawa turun al-Qur’an itu, dan merekapun tidak akan kuasa. (QS. 26:211)
Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan daripada mendengar al-Qur’an itu. (QS. 26:212)
Manusia manusia yang terus menerus mengikuti bisikan syaitan dan terdorong selalu mengerjakan kejahatan, maka dengan belajar Al-Qur’an semoga menyadarkan hatinya untuk bertaubat dan kembali kepada jalan yang di ridhoi Allah SWT. Namun bila manusia jahat tersebut tidak mau bertaubat, maka biasanya mereka akan menjadi teman syaitan dan akan timbul dihatinya kebencian kepada Al-Qur’an.

وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلاَّ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ فَمَنْ آمَنَ وَأَصْلَحَ فَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 6:48)
Allah SWT menurunkan Al-Qur’an untuk mendidik jiwa manusia, apakah mereka akan tetap berjalan di jalan syaitan ataukan mereka akan bertaubat kembali kepada jalan kebenaran, jalan yang di ridhoi Allah SWT. Bila manusia kemudian bertaubat dan memilih jalan iman dan amal sholih, jalan ketaqwaan, itulah yang dikehendaki Allah SWT.
Al-Qur’an merupakan bimbingan Allah kepada manusia agar dapat keluar dari jalan kegelapan, keluar dari jalan syaitan kepada jalan kebenaran, jalan yang dikehendaki Allah untuk keselamatan umat manusia. Hati manusia butuh kabar gembira dan peringatan agar kemudian manusia mencintai jalan keselamatan dan kebahagiaan yang mungkin dirasa berat oleh jiwa manusia.
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan jiwa manusia, agar manusia mau menerima petunjuk Allah Al-Qur’an , dengan belajar Al-Qur’an, Allah berkehendak mengangkat derajad umat manusia.

وَكَذَلِكَ أَنزَلْنَاهُ قُرْآناً عَرَبِيّاً وَصَرَّفْنَا فِيهِ مِنَ الْوَعِيدِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ أَوْ يُحْدِثُ لَهُمْ ذِكْراً

Dan demikianlah Kami menurunkan al-Qur’an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian ancaman, agar mereka bertaqwa atau (agar) al-Qur’an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka. (QS. 20:113)

نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ وَمَا أَنتَ عَلَيْهِم بِجَبَّارٍ فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَن يَخَافُ وَعِيدِ

Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka.Maka beri peringatanlah dengan al-Qur’an orang yang takut kepada ancaman-Ku. (QS. 50:45)
Dengan Al-Qur’an Allah telah mengangkat berbagai BANGSA-BANGSA di dunia yang mau menggunakan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup dan jalan hidup , maka mereka menjadi BANGSA yang berkwalitas tinggi, dan mereka menjadi manusia-manusia utama. Bukti-bukti ini telah dapat dilihat secara berulang dan berulang dan berulang dari zaman ke zaman, dan terus berulang dan berulang.

لَقَدْ أَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَاباً فِيهِ ذِكْرُكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Sesungguhnya telah kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya (QS. 21:10)

مَن كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعاً إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَكْرُ أُوْلَئِكَ هُوَ يَبُورُ

Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur. (QS. 35:10)

وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَّكَ وَلِقَوْمِكَ وَسَوْفَ تُسْأَلُونَ

Dan sesungguhnya al-Qur’an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab. (QS. 43:44)
Manusia seharusnya mau melihat bukti-bukti itu dengan membuka Aqal dan hatinya, bagaimana Allah telah memuliakan dan mengangkat derajad berbagai BANGSA pada zamannya masing-masing untuk menjadi bangsa yang MULIA dan TINGGI kwalitasnya.
Sahabat Ali ra, meriwayatkan

عَنِ الْحَارِثِ قَالَ: دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَاِذَا اُنَاسٌ يَخُوْضُوْنَ فِي اَحَادِيْثَ فَدَخَلْتُ عَلَى عَلِيّ فَقُلْتُ: اَلاَ تَرَى اَنَّ اُنَاسًا يَخُوْضُوْنَ فِي اْلاَحَادِيْثِ فِي الْمَسْجِدِ؟ فَقَالَ: قَدْ فَعَلُوْهَا. قُلْتُ: نَعَمْ. قَالَ: اَمَا اِنّي سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: سَتَكُوْنُ فِتَنٌ. قُلْتُ: وَمَا الْمَخْرَجُ مِنْهَا؟ قَالَ: كِتَابُ اللهِ، كِتَابُ اللهِ فِيْهِ نَبَأُ مَا قَبْلَكُمْ وَ خَبَرُ مَا بَعْدَكُمْ وَ حُكْمُ مَا بَيْنَكُمْ. هُوَ الْفَصْلُ لَيْسَ بِالْهَزْلِ، هُوَ الَّذِيْ مَنْ تَرَكَهُ مِنْ جَبَّارٍ قَصَمَهُ اللهُ. وَ مَنِ ابْتَغَى الْهُدَى فِي غَيْرِهِ اَضَلَّهُ اللهُ. فَهُوَ حَبْلُ اللهِ الْمَتِيْنُ. وَ هُوَ الذّكْرُ الْحَكِيْمُ. وَ هُوَ الصّرَاطُ الْمُسْتَقِيْمُ. وَ هُوَ الَّذِيْ لاَ تُزِيْغُ بِهِ اْلاَهْوَاءُ وَلاَ تَلْتَبِسُ بِهِ اْلاَلْسِنَةُ، وَلاَ يَشْبَعُ مِنْهُ الْعُلَمَاءُ وَلاَ يَخْلُقُ عَنْ كَثْرَةِ الرَّدّ وَلاَ تَنْقَضِي عَجَائِبُهُ وَ هُوَ الَّذِي لَمْ يَنْتَهِ الْجِنُّ اِذْ سَمِعَتْهُ اَنْ قَالُوْا: اِنَّا سَمِعْنَا قُرْا?نًا عَجَبًا. هُوَ الَّذِي مَنْ قَالَ بِهِ صَدَقَ وَ مَنْ حَكَمَ بِهِ عَدَلَ وَ مَنْ عَمِلَ بِهِ اُجِرَ وَ مَنْ دَعَا اِلَيْهِ هَد?ى اِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ. خُذْهَا اِلَيْكَ يَا اَعْوَرُ. الدارمى 2: 435، رقم: 3183، ضعيف، في اسناده مجهولان : ابو المختار سعد الطائي وابن اخي الحارث

Dari Al-Harits, ia berkata : Saya masuk masjid, tiba-tiba di situ orang-orang sedang membicarakan tentang hadits. Lalu saya datang kepada ‘Ali dan berkata, “Apakah kamu tidak tahu bahwa orang-orang di masjid sedang membicarakan tentang hadits ?”. Lalu ‘Ali bertanya, “Apakah mereka benar-benar melakukannya ?”. Saya menjawab, “Ya”. ‘Ali berkata, “Ketahuilah, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “(Di kalangan ummatku) akan terjadi fitnah”. Maka aku bertanya, “Lalu bagaimana jalan keluarnya ?”. Beliau bersabda, “Kepada kitab Allah (Al-Qur’an). Kitab Allah itu di dalamnya ada berita yang terjadi sebelum kalian dan mengkhabarkan apa-apa yang terjadi sesudah kalian. Hukum apa yang terjadi diantara kalian. Dia menjelaskan yang benar dan yang salah, dan bukannya main-main. Dialah Al-Qur’an, yang barangsiapa meninggalkannya karena kesombongannya, maka Allah pasti membinasakannya. Barangsiapa mencari petunjuk selainnya, pasti Allah menyesatkannya. Dia adalah tali Allah yang kuat. Dialah peringatan yang bijaksana. Dia adalah jalan yang lurus, yang tidak bisa digelincirkan oleh hawa nafsu dan tidak bisa pula dicampuri oleh perkataan manusia. Para ahli ilmu tidak akan kenyang darinya, tidak akan hancur karena banyaknya penolakan, tidak akan habis keajaiban-keajaibannya. Dialah yang sekumpulan jinn ketika mendengarnya tidak henti-hentinya mengucapkan, “Sesungguhnya kami mendengar Al-Qur’an yang mena’jubkkan” [QS. Al-Jinn : 1] Dialah Al-Qur’an yang barangsiapa berkata dengannya, ia pasti benar, barangsiapa berhukum dengannya pasti adil, barangsiapa mengamalkannya pasti mendapat pahala, dan barangsiapa mengajak kepadanya berarti dia menunjukkan ke jalan yang lurus”. (Kemudian ‘Ali berkata kepada Al-Harits), “Hai A’war, maka ambillah perkataan ini”.
[HR. Darimiy juz 2, hal. 435, no. 3183, dla’if karena dalam sanadnya ada dua perawi yang majhul, yaitu : Abul Mukhtar Sa’ad Ath-Thooiy dan Ibnu Akhil Haarits]
Bisa dimegerti betapa pentingnya Al-Qur’an bagi kehidupan umat manusia dari sejak diturunkan hingga akhir zaman. Perkataan sahabat Nabi yang perlu di camkan oleh umat Islam, agar mereka selalu berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam segala kondisi.
Sebaliknya manusia juga dengan nyata bisa segera melihat berbagai bangsa di muka bumi ini kemudian jatuh terhina ketika generasi bangsa mereka mengikuti jalan kebodohan, kesesatan, jalan kedurhakaan kepada Allah SWT.
Kengganan mereka untuk mengikuti jalan petunjuk Allah dan kenekatan mereka untuk melestarikan jalan-jalan sesat, dan durhaka menjadikan mereka menjadi manusia-manusia yang kacau balau hidupnya.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالذِّكْرِ لَمَّا جَاءهُمْ وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ ﴿٤١﴾ لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنزِيلٌ مِّنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ

Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari al-Qur’an ketika al-Qur’an itu datang kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya al-Qur’an itu adalah kitab yang mulia. (QS. 41:41)
Yang tidak datang kepadanya (al-Qur’an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari (Tuhan) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. (QS. 41:42)

بَلْ كَذَّبُوا بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءهُمْ فَهُمْ فِي أَمْرٍ مَّرِيجٍ

Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam kadaan kacau balau. (QS. 50:5)
Bila sebuah generasi manusia menyimpang dari petunjuk Allah SWT, pasti mereka akan menemukan jalan kehinaan dan kenistaan. Bila mereka mengabaikan petunjuk Allah SWT, pasti mereka akan jatuh kepada kelemahan, kerusakan dan kehancuran, baik secara MORAL dan kemudian disusul secara MATERIAL.
Namun bila mereka ingin bangkit dari keterpurukan mereka, maka GENERASI itu harus mau bekerja keras membangun JIWA mereka dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka kemudian akan bangkit meninggi JIWA mereka dan akan disusul dengan kesuksesan yang BESAR dalam urusan batiniyah dan lahiriyah.
Kita bangsa Indonesia, yang dikatakan sebagai MAYORITAS umat Islam, sudahkan kita mengetahui sunatullah tersebut.
Dari 250 Juta umat Islam yang telah bersyahadat, berapa JUTA kah yang rajin memenuhi kalimat SYAHADAT mereka dengan cara rajin mengaji dan mengkaji Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan benar di majlis majlis Kajian.
Dari 250 juta tersebut berapa yang benar benar mensyukuri keislaman mereka dengan tekun dan rajin menegakkan SHOLAT sesuai tuntunan Rasulullah Muhammad SAW.
Dari 250 juta tersebut berapa yang cinta kepada Allah dengan selalu mendekat kepada Allah dengan rajin BERPUASA baik yang wajib dan yang sunnah dengan mengharap ridho Allah semata.
Dari 250 juta tersebut berapa yang cinta kepada Allah dengan rajin melaksanakan perintah Allah berupa Infaq, Zakat dan Shodaqoh untuk bekal ke akherat mereka.
Dari 250 juta tersebut berapa yang rajin menjalin hubungan silaturahmi secara Internasional dengan kaum Muslimin di seluruh Dunia, dan kemudian melaksanakan perintah Allah ber Haji dengan ikhlas karena Allah menebarkan Tauhid ke dalam kehidupan semesta manusia.
Segala puji bagi Allah, sebuah kemuliaan, dan jalan kemuliaan yang begitu nyata, yang datangnya dari Allah SWT, telah di abaikan umat manusia, sehingga manusia tidak dapat keluar dari kegelapan, kebingungan, dan segala kungkungan JIWA, kungkungan rokhani dan jasmani karena tidak mau memegang petunjuk Allah.

وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُواْ التَّوْرَاةَ وَالإِنجِيلَ وَمَا أُنزِلَ إِلَيهِم مِّن رَّبِّهِمْ لأكَلُواْ مِن فَوْقِهِمْ وَمِن تَحْتِ أَرْجُلِهِم مِّنْهُمْ أُمَّةٌ مُّقْتَصِدَةٌ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ سَاء مَا يَعْمَلُونَ

Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Diantara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka. (QS. 5:66)
Janji Allah tentang kemakmuran, kedamaian, kemuliaan, akan Allah berikan bila manusia menempuh jalan iman dan amal sholih, jalan Taqwa kepada Allah, Jalan Islam yang dikehendaki Allah SWT.
Bila manusia enggan menempuh jalan itu dan mengabaikan jalan itu maka manusia hanya akan berputar-putar pada jalan kebingungan, berputar-putar pada jalan yang membingungkan tanpa ada capaian-capaian yang berguna bagi hidupnya baik di dunia dan di akherat.
Semoga kita senang dan berbahagia dan rajin menempuh jalan HIDAYAH Allah, jalan yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah. Wallahu a’lam

Larangan Memilih Pemimpin Yang Durhaka Kepada Allah

Segala puji hanya bagi Allah SWT, Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikut jalan petunjuk beliau. Salam untuk seluruh Nabi dan Rasul-Rasul-Nya.
Kehidupan senantiasa bergeser dan dinamis dari waktu ke waktu. Bila dilihat secara materiil, maka dunia saat ini terus bergerak dari teknologi analog menuju teknologi Digital, segala urusan materi umat manusia semua membutuhkan bantuan teknologi digital teknologi BINER. Kode bilangan 0 dan 1,yang bisa membuat dunia saat ini menjadi sangat cepat perkembangannya. Dengan menggunakan teknologi Digital, dengan komputer manusia telah melesat menuju percepatan aplikasi teknologi yang luar biasa.
Sebaliknya hati umat manusia selalu saja tetap dari masa ke masa, Kehidupan di dunia ini dalam kacamata Al-Qur’an manusia yang mengaku Islam diberi tahu oleh Allah bahwa dunia ini ada beberapa golongan, Muslim, Mukmin, Muttaqin, kemudian golongan Munafikin dan golongan manusia Kafirin.
Orang kadang segera tersengat hatinya ketika ada suara yang mengatakan Munafikin atau Kafirin terdengar mengarah kepada mereka. Namun sebenarnya tanpa tudinganpun maka masing-masing manusia tidak akan bisa mengelak dari keadaan yang sebenarnya. Apakah diri seseorang itu masuk dalam golongan Mukminin, munafikin atau Kafirin.
Golongan Kafirin, sebenarnya adalah golongan yang mereka itu menolak mentah mentah tentang keberadaan Allah SWT dan mereka tidak beriman kepada NYA, tidak bersyahadat, sehingga otomatis rukun iman dan rukun islam yang lain pasti tidak akan dikenalnya. Iman kepada Allah saja tidak memiliki, apalagi iman kepada malaikat, kitab, rasul, hari akhir serta taqdir, tentu lebih tidak mengenal dan tidak mau mengakui.
Bila teknologi materiil saat ini bergerak pada teknologi DIGITAL. Maka keadaan manusia saat ini lebih dipengaruhi oleh peran penggunaan teknologi tersebut dalam kehidupan sehari hari. Maka naik dan turun prosentase manusia mukminin, mutaqqin, atau juga munafikin serta kafirin, akan berubah dan bergeser akibat terolah oleh penggunaan teknologi digital tersebut.
Bila teknologi digital banyak digunakan untuk memahamkan manusia untuk menjadi mukminin dan mutaqin maka prosentase manusia mukminin dan muttaqin akan meningkat. Sebaliknya ketika teknologi DIGITAL digunakan untuk menyebarkan perilaku munafikin dan kafirin berkembang pesat maka akan muncul disana sini pertumbuhan manusia manusia munafikin dan kafirin secara sangat signifikan.
Allah SWT menyampaikan dalam firman-Nya
أُولَـئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُاْ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالآَخِرَةِ فَلاَ يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلاَ هُمْ يُنصَرُونَ
Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong. (QS. 2:86)
الَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الآخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجاً أُوْلَـئِكَ فِي ضَلاَلٍ بَعِيدٍ
(yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok.Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh. (QS. 14:3)
ذَلِكَ بِأَنَّهُمُ اسْتَحَبُّواْ الْحَيَاةَ الْدُّنْيَا عَلَى الآخِرَةِ وَأَنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. (QS. 16:107)
فَأَعْرِضْ عَن مَّن تَوَلَّى عَن ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ إِلَّا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا
Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi. (QS. 53:29)
إِنَّ هَؤُلَاء يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءهُمْ يَوْماً ثَقِيلاً
Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat). (QS. 76:27)
Dari ayat ayat di atas nampak bahwa seseorang berubah menjadi Munafikin atau bahkan Kafirin adalah disebabkan keimanan mereka yang terus terkikis dan terkikis oleh kecintaan kepada kehidupan dunia dan melupakan kehidupan akherat. Sehingga peringatan-peringatan Allah SWT diabaikan dan diragukan, sehingga mereka lebih mencintai kehidupan dunia dari pada Akherat.

Larangan Allah tentang memilih pemimpin dari luar Orang Beriman.
Seorang Da’i telah memberi peringatan kepada umat Islam, agar setiap MUSLIMIN untuk memilih pemimpin dari kalangan Muslimin, Mukminin, Muttaqin dan tidak memilih di luar itu.
Manusia tidak akan bisa memuliakan Allah SWT, Rasulullah Muhammad SAW, dan tidak bisa menghargai Al-Qur’an dan As-Sunnah, sebagai sumber syariat Islam, ketika seseorang tidak beriman kepadanya. Dan bila kebanyakan umat yang mengaku sebagai orang Islam tetap memilih Pemimpin di luar orang Islam, maka sudah pasti umat Islam telah menggali Neraka bagi dirinya masing-masing. Allah mengingatkan umat Islam dalam banyak ayat antara lain.
وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah:”Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. 2:120)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. 5:51)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الَّذِينَ اتَّخَذُواْ دِينَكُمْ هُزُواً وَلَعِباً مِّنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kemu mengambil menjadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu menjadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertawakkallah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman. (QS. 5:57)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ آبَاءكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاء إَنِ اسْتَحَبُّواْ الْكُفْرَ عَلَى الإِيمَانِ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu,jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa yang di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. 9:23)
Ayat ayat diatas mungkin saja di hari ini sudah sangat jarang di sampaikan dan di bahas dalam pengajian-pengajian di tengah masyarakat muslim. Sehingga mungkin saja umat Islam tidak mengetahui bagaimana Allah membimbing umat Islam agar memilih pemimpin pemimpin dari kaum Muslaimin, Mukminin, Muttaqin.
Bagaimana kita lihat di negri-negri kaum Muslimin yang di pimpin oleh orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasulnya, maka segala macam pelanggaran-pelanggaran syariat akan dibiarkan leluasa terjadi. Dan bahkan PERDA PERDA pun akan dibuat dengan tidak mengambil dasar dari Syariat Islam yang LUHUR dan TINGGI,
Hal-hal sepele semisal makanan BABI, minuman ALKOHOL, perbuatan PROSTITUSI, sistem keuangan RIBA, memamerkan AURAT di muka umum, semua di anggab biasa. Bahkan sampai ingin menghapus pengenal agama yang ada di KTP umat manusia. Seolah agama seseorang adalah sesuatu yang tidak penting. Padahal seharusnya identitas agama tersebut memberi kewajiban kepada para pemimpin utuk mendidik umat ini untuk menjadi semakin tinggi iman dan taqwanya.
وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ
Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. 2:120)
Bila seorang mukmin telah mendholimi dirinya sendiri dengan memilih pemimpin di luar orang beriman dan bertaqwa, dan kemudian merajalela kemaksiatan, maka bila Allah murka kepada umat Islam, maka murka Allah tidak ada yang bisa membendungnya.
Bila umat Islam membiarkan dirinya mengkonsumsi hal-hal yang merusak iman dan taqwa, dan kemudian mereka kehilangan iman dan taqwa, dan kemudian mereka mengabaikan bimbingan Allah dan Rasulnya , maka jangan menyesal ketika mereka kembali ke AKHIRAT di lupakan Allah, sebagaimana mereka telah melupakan Allah SWT ketika di hidup di DUNIA sebagaimana firmanNYA.
الَّذِينَ اتَّخَذُواْ دِينَهُمْ لَهْواً وَلَعِباً وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فَالْيَوْمَ نَنسَاهُمْ كَمَا نَسُواْ لِقَاء يَوْمِهِمْ هَـذَا وَمَا كَانُواْ بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ
(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main atau senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka”. Maka pada hari itu (kiamat ini), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. (QS. 7:51)
فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِ أَنجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُواْ بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُواْ يَفْسُقُونَ
Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. (QS. 7:165)
قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنتُ بَصِيراً ﴿١٢٥﴾ قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنسَى
Berkatalah ia:”Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya seorang yang melihat” (QS. 20:125)
Allah berfirman:”Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu(pula) pada hari inipun kamu dilupakan”. (QS. 20:126)
فَذُوقُوا بِمَا نَسِيتُمْ لِقَاء يَوْمِكُمْ هَذَا إِنَّا نَسِينَاكُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini (Hari Kiamat); sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan”. (QS. 32:14)
وَقِيلَ الْيَوْمَ نَنسَاكُمْ كَمَا نَسِيتُمْ لِقَاء يَوْمِكُمْ هَذَا وَمَأْوَاكُمْ النَّارُ وَمَا لَكُم مِّن نَّاصِرِينَ
Dan dikatakan (kepada mereka): “Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini dan tempat kembalimu ialah neraka dan kamu sekali-kali tidak memperoleh penolong. (QS. 45:34)
Bila Allah telah memerintah kepada setiap orang MUSLIM untuk memilih pemimpin dari muslimin, mukminin, muttaqin, maka bila umat Islam melanggar larangan Allah SWT , akibat buruk itu tidak saja disandang di DUNIA saja namun akan disandang juga di AKHERAT, mereka akan dilupakan Allah dan kita sudah bisa mengetahui orang-orang yang dilupakan Allah tentu mereka tidak akan diberi SURGA nya Allah dan pasti mereka akan di buang ke NERAKA nya Allah SWT.
Kita berlindung kepada Allah, agar kita lebih menghargai HIDAYAH Allah SWT, dari pada sekedar memilih keberhasilan dan kesenangan dunia yang sangat sedikit, mungkin beberapa tahun lagi semua pemimpin pemimpin yang tidak beriman itu telah merasai siksa Allah di alam KUBUR. Dan mungkin yang para pemilihnya juga merasakan kejadian yang sama.
Bila manusia sudah dilupakan oleh Allah, maka kemana ujung akhirnya, semua kita sudah tahu jawabannya. Mari kita semua umat Islam, jangan sampai kita berbuat DURHAKA kepada Allah. Wallahu a’lam.